Rechercher dans ce blog

Monday, November 8, 2021

Tenaga Diperas sampai Jam 2 Pagi - detikNews

Total belasan (yang kena penalti), uangnya sudah dikembalikan kepada empat orang. Yang lain masih proses pencarian data. Kalau yang empat, kita punya data nama, nomor rekening, semuanya. Sisanya punya namanya, kita belum punya nomor rekening. Intinya masih proses.”

Dalam aturan lain, Campuspedia meminta pekerja magang bekerja selama 5 jam di kantor atau 10 jam jika dilakukan secara jarak jauh work from home. Ini membuat para pekerja magang menghabiskan waktu di depan laptop untuk mengurus proyek dari kantor.

“Aku kadang sampai kehilangan waktu buat interaksi sama orang di rumah,” ujarnya.

Bahkan Ferdi pernah tetap bekerja secara jarak jauh atau remote meski sedang terjangkit virus COVID-19. Dia diminta tetap mengikuti rapat mingguan.

“Aku sempat kena COVID gitu, kirain bakal disuruh istirahat, malah ditanyain sama divisi HR-nya bisa ikut rapat mingguan apa tidak,” katanya. Dia mengaku terpaksa mengikuti rapat itu.

Dalam salah satu surat PKWT yang didapatkan detikX, Campuspedia mensyaratkan yang berhalangan kerja harus memberikan surat keterangan sakit dari rumah sakit. Lebih dari itu, setiap pekerja magang wajib mengganti jam kerja yang ia tinggalkan karena sakit tersebut. Ini otomatis akan menambah periode magang sesuai jam kerja yang ditinggalkan.

Untuk semua ini, Campuspedia menyediakan gaji yang mereka sebut sebagai fee sebesar Rp 100 ribu per bulan. Namun tetap ada embel-embel syarat, yakni memenuhi target dan jam kerja. Untuk jam kerja, tak ada detail aturan, begitu juga terkait target. Ferdi pernah dibebani target yang tak masuk akal.

“Aku pernah punya target peserta yang kurang realistis dan waktu pengerjaannya mepet banget. Misalnya, untuk target 1.000 itu, kami dikasih waktu cuma 3 minggu,” ungkapnya.

Pencarian seribu peserta itu untuk menyokong proyek perusahaan, seperti ajang virtual edu fair. Beban kerja yang Ferdi dapatkan semakin berat karena harus dilakukan saat pandemi COVID-19. Itu artinya ia harus memaksimalkan media sosial karena tak bisa melakukan safari langsung ke sekolah-sekolah.

Menurut Ferdi, ketika awal magang di Campuspedia, alur kerjanya cenderung landai. Namun, memasuki bulan ketiga, alur kerja mulai padat.

Pengalaman buruk juga dialami Rina—bukan nama sebenarnya. Pada saat magang di Campuspedia, ia ditugasi atasannya seolah-olah memata-matai perusahaan kompetitor. Pimpinannya di Campuspedia meminta Rina menyamar sebagai pihak kampus tempatnya berkuliah. Lalu berpura-pura menjadi klien perusahaan kompetitor agar mendapatkan pricelist, sistem kerja, atau yang lain.

“Jadi kami disuruh meriset terkait pricelist, bagaimana sistemnya, dan sebagainya itu, dan saya diminta membawa nama kampus saya, bukan nama perusahaan,” ujar Rina kepada detikX.

Adblock test (Why?)


Tenaga Diperas sampai Jam 2 Pagi - detikNews
Lanjutan Lagi

No comments:

Post a Comment

Sempat Berdinding Kayu dan Tak Layak, Ini 8 Potret Kondisi Terbaru Rumah Melly Lee di Kampung Halaman - Kini … - KapanLagi.com

Sebelumnya kondisi kediaman Melly Lee di kampung halaman banyak mendapat sorotan. Jauh sebelum tenar Melly dan keluarga hanya tinggal di s...