Selamat pergi pagi pagi. Dia selalu ingin melakukannya. Biasanya dia pergi sekitar jam 8, itu tak pagi lagi menurutnya: Orang orang sudah ramai dan jalanan sudah padat, udarapun mulai sesak.
Katanya: Aku perlu langkah baru, mungkin langkah yang jauh.
Walau tentu sulit baginya dengan keadaannya sekarang: pemasukan biasa, anak tiga, satu istri dan tanggung jawab rutin lainnya.
Tapi malam tadi, dia sudah berencana dan berpakat dengan istrinya. Selamat akan pergi pagi pagi. Hanya istrinya yang tahu. Anak anakpun tidak. Mereka hanya tahu ayahnya punya urusan kerja.
Lalu selepas subuh di masjid, Selamat bergegas, berjalan kaki, menenteng tas kecil, menuju pelabuhan kecil. Mungkin tiba kembali di rumah saat malam nanti, dan esoknya ia akan pergi lagi, sampai ia memutuskan hal yang lain.
Sebab awalnya, Selamat akan pulang dua minggu kemudian.
VIDEO PILIHAN
Pergi Pagi Pagi - Kompasiana.com - Kompasiana.com
Lanjutan Lagi

No comments:
Post a Comment